Blogger news

cumanulisaja.blogspot.com

Senin, 17 September 2012

Membaca Puisi


a.      Pengertian Membaca Puisi
Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa yang harus dikuasai siswa. Menurut St. Y. Slamet (2007:67) “Membaca adalah laku penguraian tulisan, suatu analisis bacaan. Dengan demikian membaca merupakan penangkapan dan pemahaman ide, aktivitas pembaca yang diiringi curahan jiwa dalam menghayati naskah”.
Sedangkan menurut H.G. Tarigan (dalam St. Y. Slamet 2007:66) menyatakan bahwa “membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunaan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis”.
Untuk dapat memacu perkembangan anak dalam membaca menurut perlu menciptakan kondisi yang kondusif yaitu :
1)     Kemahiran membaca diperoleh melalui interaksi sosial  tingkah laku emulatif (kompetitif).
2)     Anak menguasai kemahiran membaca sebagai hasil pengalaman hidupnya.
3)     Anak akan menguasai kemahiran membaca jika ia tahu tujuan membaca dan ini memerlukan proses.
4)     Kegiatan bermain/memainkan peran penting dalam penguasaan membaca.
Clay, 1996 (dalam Ahmad Rofi’uddin & Darmiyati Zuhdi, 2002 : 32).

Kemudian pengertian puisi menurut Herman J. Waluyo (2002:1) “Puisi adalah
karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Kata-kata betul terpilih agar memiliki kekuatan pengucapkan. Walaupun singkat atau padat, namun berkekuatan”.
Sedangkan pengertian puisi menurut Pradopo (1987:7) dalam (http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-puisi.html) “Puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama”.
Puisi juga memiliki unsur-unsur pembentuknya. Berikut adalah unsur-unsur yang ada dalam puisi menurut Pradopo (1987:12) dalam (http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-puisi.html).
1) Tema
Unsur penting dalam puisi adalah tema atau makna utuh, yaitu apa yang dimaksud dengan keseluruhan pusis adalah mengandung keseluruhan makna yang bulat. Makna keseluruhan dalam puisi itu timbul sebagai akibat pengungkapan diksi (imaji, kias, ligas, simbolik), bunyi disamping bentuk penyajiannya. Tema dalam puisi merupakan sumber dari pengungkapan gagasan pokok puisi.
2) Rasa
Yang dimaksud dengan rasa dalam puisi adalah sikap penyair dalam pokok persoalan yang terdapat dalam puisinya.
3) Nada
Yang dimaksud dengan nada puisi adalah sikap penyair terhadap pembaca atau penikmat karya ciptanya.
4) Amanat
Penyair disamping mengemukakan pendapat, mencurahkan perasaannya mungkin juga ingin menyampaikan sesuatu amanat kepada pembaca. Amanat itu ada kalanya dikemukakan secara tersurat, tetapi ada juga yang dikemukakan secara tersirat.
5) Gaya Bahasa
Yang dimaksud gaya bahasa dalam puisi adalah gaya bahasa yang intensif dan mampu memberi irama tersendiri dalam penulisan puisi, yang bersifat konsentrasi dan intensifikasi.
6) Bunyi dan Irama
Irama dalam puisi adalah gerakan biasa yang sederhana, seperti yang terjadi pada ombak-ombak lautan atau hati insaniInilah unsure-unsur puisi yang bias engantar imajinasi pembaca untuk melakukan batasan-batasan tertentu dalam memaknai sebuah puisi.

Puisi mengungkapkan perasaan penyair. Nada dan perasaan penyair akan dapat kita tangkap kalu puisi itu dibaca keras dalam poetry reading atau deklamasi. Membaca puisi dengan suara keras akan lebih membantu kita menemukan perasaan penyair yang melatarbelakangi terciptanya puisi tersebut.  (Herman J. Waluyo, 2002:39).
Membaca puisi merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan sebuah puisi. Seseorang yang mengekspresikan sebuah puisi Menurut Pradopo (1987:9) dalam (http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-puisi.html) ada beberapa kategori yang pertama adalah orang yang membaca puisi hanya sekedar membaca yang disertai dengan gerak-gerak/mimik tetapi tidak mengetahui apa yang bacanya. Yang kedua adalah tahu membaca dan tahu yang dibacanya. Yang ketiga adalah pembaca memahami dan turut menikmati/merasakan cita rasa puisi. Yang keempat mengekspresikan puisi dalam bentuk deklamasi.
Untuk bisa membaca puisi dan menyelami maknanya, diperlukan keterlibatan lahir dan batin. Artinya perasaan kita harus ikut terlibat; sedih, gembira, terharu, kagum, dan sebagainya. (Herman J. Waluyo, 2002:42).
Kemudian ada juga mengenai baca puisi menurut Pamela (2004 : 14)              dalam (http://sobatbaru.blogspot.com/2010/03/pengertian-puisi.html) berpendapat   bahwa :
Analisa mengenai baca puisi, ada 6 kategori, yakni :
1) Baca Biasa
Baca biasa dimaksudkan adalah membaca puisi tanpa mempertimbangkan bagaimana seharusnya atau selayaknya baca puisi, apa isinya, apa amanah penyairnya dan sebagainya. Membaca biasa, biasanya orang tidak terlalu terbebani. Salah satu keuntungan membaca biasa ini adalah menumbuhkan kebiasaan seseorang mengepresiasi puisi. Disinilah salah satu tujuan membaca biasa.
2) Baca Vokalis
Baca vokalis adalah pelafalan suatu puisi dengan fonem-fonem secara sempurna dan tepat. Sempurna dimaksudkan bahwa fonem-fonem dilafalkan sesuai dengan hakikatnya melalui analisa yang dalam sehingga terdengar sebagaimana mestinya. Tepat dimaksud di sini bahwa fonem-fonem adalah hasil dari alat ucap yang bersangkutan.
3) Baca Gramatikal
Dimaksudkan baca puisi yang memperdulikan faktor-faktor gramatikalnya seperti tanda baca, kelompok kata atau prase.
4) Baca Puitis
Dimaksudkan adalah dengan memperhatikan unsur-unsur seperti irama, intonasi, keseimbangan. Tanpa memperdulikan hal-hal tersebut di atas maka bacaan terdengar hambar dan tidak membuat seseorang tergugah perasaannya.
5) Deklamasi Puisi
Adalah penampilan (baca) puisi secara ekspresif. Untuk penampilan yang ekspresif ini mutlak didukung oleh penglapalan fonem yang tepat dan sempurna. Bacaan gramatikal yang tepat, bacaan puitis yang baik, penghayatan serta pemahaman yang baik terhadap isi puisi yang dibawakan.
6) Dramatisasi Puisi
Dramatisasi puisi dapat diartikan melakukan atau melakonkan sesuatu sehingga makna ataupun maksud puisi menjadi jelas. Puisi-puisi yang dilakonkan atau didramakan ditampilkan didepan khalayak ramai sebagai penonton. Dalam pelakonan tersebut orang yang melakonkan harus sejalan dengan pelakon yang lain dalam artian harus ada kekompakan. Akibatnya,bentuk dramatisasi puisi Berwujud sebagai fragmen atau drama dimana kerja kelompok sangat diperlukan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca puisi adalah suatu kecakapan seseorang untuk mendapatkan pesan  dari suatu karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...